KNTV NEWS INDONESIA, JAKARTA || Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong percepatan transformasi digital nasional melalui penguatan infrastruktur telekomunikasi, keamanan siber, kedaulatan data, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi pemerintah, akademisi, dan industri guna mewujudkan Smart Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibas saat membuka diskusi publik bertajuk “Smart Indonesia : Akselerasi Transformasi Digital Nasional Melalui Inovasi Infrastruktur Telekomunikasi” di Kompleks Gedung MPR RI, Jakarta, Senin (14/6/2026), yang dihadiri pakar telekomunikasi, akademisi, pelaku industri teknologi, organisasi profesi, dan komunitas digital dari berbagai daerah.
Ibas menegaskan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi global, tetapi harus mampu menjadi bagian penting dalam ekosistem digital dunia. Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu kunci untuk mendorong Indonesia menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
“Kesenjangan digital masih menjadi tantangan. Karena itu, masyarakat harus mendapatkan akses internet yang berkualitas agar literasi digital dapat berkembang secara merata” ujar Ibas.
Ia menilai pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan BTS dan serat optik, merupakan investasi strategis jangka panjang yang menjadi tulang punggung transformasi digital nasional dan penggerak pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, Ibas menyoroti pentingnya penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi di tengah meningkatnya ancaman digital global. Ia meminta implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) diperkuat untuk menjaga kepentingan nasional.
“Masa depan 5G, persiapan menuju 6G, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI) harus dipersiapkan sejak sekarang. Indonesia harus menjadi pelaku, bukan hanya pengguna teknologi” tegasnya.
Menurut Ibas, AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, efisien, dan akuntabel. Namun, penerapannya harus tetap diiringi tata kelola yang kuat dan perlindungan terhadap kedaulatan data nasional.
Ia juga menegaskan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memberikan dukungan maksimal bagi pengembangan talenta digital nasional.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah narasumber turut menekankan pentingnya kedaulatan digital, penguatan industri teknologi lokal, pembangunan pusat data nasional, percepatan regulasi keamanan siber, serta pemerataan infrastruktur digital hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menutup acara, Ibas mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan transformasi digital sebagai agenda strategis nasional demi memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital global.
“Jika mampu membangun infrastruktur yang kuat, melahirkan talenta unggul, menjaga kedaulatan data, dan memperkuat inovasi nasional, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pemimpin ekonomi digital dunia” pungkasnya.
DPP PARTAI DEMOKRAT
NW90




















