KNTV NEWS INDONESIA, SEMARANG || Tumpukan sampah hingga batang pohon berukuran besar yang tersangkut di aliran sungai kawasan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, menjadi perhatian warga. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aliran air dan memicu banjir saat intensitas hujan meningkat.
Pantauan Tim Redaksi KNTV News Indonesia di lokasi, Senin (2/11/2026), menunjukkan sejumlah sampah, mulai dari plastik hingga barang-barang rumah tangga, masih terlihat menumpuk di sepanjang aliran anak Sungai Kaligarang. Bahkan, sebuah batang pohon berukuran besar tampak tersangkut di salah satu jembatan yang melintasi sungai tersebut.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat kawasan Bendan Ngisor pernah mengalami banjir cukup besar sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, luapan air sungai menggenangi permukiman dan membuat warga kesulitan menghadapi derasnya arus air.
Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Bendan Ngisor, Bapak Adi Kurnianto mengungkapkan bahwa peristiwa banjir tersebut masih membekas dalam ingatan warga. Menurutnya, saat banjir terjadi, debit air meningkat drastis hingga meluap ke kawasan permukiman.

“Tiga tahun lalu sungai ini meluap hebat, warga hanya bisa pasrah saat itu” kenang Adi saat ditemui Tim Redaksi KNTV News Indonesia di lokasi, Senin (2/11/2026).
Adi menjelaskan, wilayah Bendan Ngisor memang memiliki tingkat kerawanan banjir, terutama ketika memasuki musim penghujan. Peningkatan debit air sungai, ditambah keberadaan sampah dan material kayu yang berpotensi menghambat aliran, menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan masyarakat.
Pada musim kemarau, kondisi sungai umumnya terlihat tenang dengan aliran air yang relatif dangkal. Pepohonan rindang di sepanjang bantaran juga memberikan kesan lingkungan yang asri. Namun, situasi dapat berubah ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan debit air meningkat.
Keberadaan tumpukan sampah serta batang pohon yang tersangkut di jembatan pun menjadi perhatian tersendiri. Warga khawatir material tersebut dapat mempersempit jalur aliran air sehingga meningkatkan risiko luapan ketika sungai menerima debit air dalam jumlah besar.
Masyarakat berharap kondisi aliran sungai tersebut mendapat perhatian dan penanganan dari pihak terkait, terutama melalui pembersihan sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran air.
Upaya normalisasi dan pemeliharaan sungai secara berkala dinilai penting sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko banjir, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Kewaspadaan dan kepedulian terhadap kebersihan sungai menjadi hal penting agar peristiwa banjir yang pernah terjadi tidak kembali terulang.
Redaksi KNTV News Indonesia




















