Scroll untuk baca berita
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang
Berita NasionalGiat GubernurGiat WagubHeadlineKementrian Dalam NegeriPemerintah RI

Himpun 31.032 Liter Minyak Jelantah, Pemprov Jateng Raih Rekor MURI Libatkan 60 Ribu Pegawai

×

Himpun 31.032 Liter Minyak Jelantah, Pemprov Jateng Raih Rekor MURI Libatkan 60 Ribu Pegawai

Sebarkan artikel ini
Tarif Pasang Iklan di Kabar Nusantara

KNTV NEWS INDONESIA, SEMARANG || Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil mencatatkan prestasi nasional dengan menghimpun sebanyak 31.032,44 liter minyak goreng bekas atau minyak jelantah. Capaian yang melibatkan 60.680 aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut mengantarkan Pemprov Jateng meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pengumpulan minyak jelantah yang menjangkau seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp217.227.000. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jateng bersama PT Biosirkular Inovasi Indonesia (Biosirkular) dan PT Gapura Mas Lestari (GML).

Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang

Penghargaan MURI diserahkan oleh Senior Representative MURI Wilayah Semarang dan Jawa Tengah, Ari Andriani, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Posyandu Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin.

Taj Yasin mengatakan, gerakan pengumpulan minyak jelantah bukan sekadar kegiatan pengelolaan limbah rumah tangga, melainkan juga bagian dari edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, kebiasaan menggunakan minyak goreng secara berulang kali perlu menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

“Program jelantah ini tidak hanya berbicara tentang lingkungan atau sampah, tetapi juga kesehatan. Bagaimana masyarakat kita tidak mengonsumsi minyak yang sudah berkali-kali digunakan sehingga lebih sehat” ujarnya.

Ia berharap gerakan tersebut terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara tepat dan tidak membuangnya sembarangan.

Perluas Peran Posyandu melalui Program Pandu Tangguh

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jateng juga meluncurkan Program Pandu Tangguh atau Perluasan Adaptif Posyandu 6 SPM Plus IKD. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat rentan melalui peningkatan akses terhadap pelayanan sosial dan perlindungan masyarakat.

Taj Yasin menegaskan, Posyandu harus mampu berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi juga membantu warga mengakses berbagai program pemerintah.

Ia mendorong kader Posyandu berperan aktif mendampingi masyarakat, khususnya warga yang menghadapi persoalan ketidaksesuaian data kemiskinan dan kondisi sosial ekonomi di lapangan.

“Kami berharap Posyandu bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga melakukan pendampingan langsung dan berkolaborasi dengan operator pendataan di desa masing-masing” katanya.

Sementara itu, Ketua Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan bahwa gerakan pengumpulan minyak jelantah telah menjangkau 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah melalui kerja sama dengan sejumlah mitra usaha.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, pihaknya menyiapkan inovasi berupa mesin ATM biodrop yang berfungsi sebagai tempat penyetoran minyak jelantah.

Melalui fasilitas tersebut, masyarakat dapat menyetorkan minyak goreng bekas dan memperoleh imbalan uang yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing.

Menurut Nawal, inovasi ini diharapkan mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendorong kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Kader Posyandu Diperkuat untuk Pendampingan Bansos

 

Program Pandu Tangguh juga difokuskan pada peningkatan kapasitas kader Posyandu agar mampu membantu kelompok masyarakat rentan memperoleh pelayanan dan perlindungan sosial melalui aplikasi Perlinsos.

Kader Posyandu dari 35 kabupaten/kota akan mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan aplikasi tersebut. Dengan demikian, mereka dapat membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam pendataan kesejahteraan sosial, termasuk ketidaksesuaian kategori desil maupun pengajuan sanggahan terkait penerimaan bantuan sosial.

Selain penguatan pelayanan sosial, Pemprov Jateng juga mengembangkan kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip), khususnya di bidang psikologi, guna memperluas akses pelayanan kesehatan mental bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut membuka peluang keterlibatan mahasiswa melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) tematik serta penelitian yang berfokus pada persoalan kesehatan mental di tengah masyarakat.

Nawal mencontohkan Kota Surakarta yang telah mengembangkan pelayanan kesehatan mental melalui Posyandu. Model pelayanan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.

 

Lebih dari 20 Ribu Posyandu Telah Terdata

Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemprov Jateng juga memberikan apresiasi kepada sejumlah Posyandu tingkat kabupaten/kota, desa, dan kelurahan yang dinilai memiliki dedikasi serta inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Nawal mengungkapkan, jumlah Posyandu yang telah terdata di Jawa Tengah mencapai lebih dari 20.000 unit. Namun, proses registrasi secara nasional masih menghadapi sejumlah kendala teknis pada aplikasi yang digunakan.

Hingga saat ini, lebih dari 2.000 Posyandu di Jawa Tengah telah tercatat dalam registrasi nasional.

Ia menyebut capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah Posyandu teregistrasi terbanyak di Kementerian Kesehatan.

Melalui gerakan pengumpulan minyak jelantah dan peluncuran Pandu Tangguh, Pemprov Jateng berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kesehatan, serta memperluas akses pelayanan sosial semakin meningkat.

Capaian rekor MURI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, dunia usaha, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta kesejahteraan sosial yang lebih merata.

 

 

 

Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

 

 

VJ 96 assist

Dilihat : 250693

Jasa Pembuatan dan Maintenance Website Murah
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang

Tinggalkan Balasan