KNTV NEWS INDONESIA, AMBON || Kekayaan lautan dinilai harus menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong seluruh jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku untuk memaksimalkan potensi maritim Maluku demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekaligus menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Arahan strategis ini disampaikan Ribka dalam Rapat Koordinasi bersama jajaran Pemda dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (17/6/2026).
“Wilayah ini dari sisi maritimnya sangat menjanjikan, baik yang ada di atas laut maupun di bawahnya seperti ikan, mutiara, dan lain-lain. Pengelolaannya harus lebih baik supaya pendapatan bisa lebih baik lagi” tegas Wamendagri.
Kontribusi Nyata Sektor Kelautan
Secara nasional, pengelolaan sumber daya kelautan telah membuktikan tajinya dengan menyumbang lebih dari 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Berbekal karakteristik sebagai wilayah kepulauan, Maluku dipandang memiliki peluang emas untuk mengkapitalisasi sektor ini secara berkelanjutan.
Optimisme tersebut sejalan dengan tren positif roda ekonomi lokal. Data mencatat, pada triwulan IV tahun 2025, Kabupaten Maluku Barat Daya berhasil menorehkan angka pertumbuhan ekonomi yang melesat hingga 12,41 persen. Sementara itu, Kota Ambon turut mencetak pertumbuhan sebesar 5,71 persen, melampaui rata-rata nasional.
Kolaborasi Birokrasi dan Swasta
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Ribka menekankan pentingnya pelibatan sektor swasta. Pembangunan dinilai tidak bisa sekadar mengandalkan birokrasi pemerintahan.
“Kami harapkan mesin-mesin birokrasi maupun swasta ini juga perlu kita hidupkan” ujarnya mengingatkan.
Selain aspek ekonomi, sinergi keamanan juga menjadi sorotan. Ribka meminta Forkopimda untuk terus mengawal stabilitas wilayah. “Mohon dukungannya dari Forkopimda untuk terus membantu Pak Gubernur dan jajaran, supaya kondisi kita di Maluku bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Duta Besar Seychelles untuk Indonesia dan ASEAN Nico Barito, serta Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath. Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, Kepala Bappeda Provinsi Maluku Anton A. Lailossa, beserta para bupati, wali kota, dan unsur Forkopimda se-Provinsi Maluku yang mengikuti jalannya acara secara langsung maupun virtual.
Kemendagri
NW90




















