KNTV NEWS INDONESIA, SEMARANG || Ambisi Kota Semarang untuk bertransformasi menjadi pusat investasi hijau berskala nasional mulai menunjukkan hasil nyata. Proyek Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di TPA Jatibarang kini menjadi magnet bagi para penanam modal.
Tercatat, sebanyak 85 investor dari berbagai negara menaruh ketertarikan pada proyek strategis senilai Rp3 triliun tersebut. Tingginya angka peminat ini merefleksikan kepercayaan pasar global terhadap kesiapan infrastruktur Semarang dalam mendukung transisi menuju energi bersih.
Progres Lapangan dan Antusiasme Investor
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengungkapkan bahwa respons positif dari “market sounding” telah mendorong Badan Pengelola Investasi Danantara untuk merumuskan tahapan lanjutan. Tahapan krusial ini mencakup finalisasi dokumen lelang dan pendampingan kunjungan lapangan bagi calon penanam modal.
“Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan. Hal ini sangat krusial agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana” jelas Glory.
Antusiasme pasar dibuktikan dengan kehadiran enam perusahaan yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek PSEL Semarang Raya pada Sabtu (4/7). Gelombang kunjungan ini diproyeksikan akan terus bertambah, dengan jadwal peninjauan investor berikutnya yang telah diagendakan pada 8 Juli 2026 mendatang.
Lompatan Inovasi Lintas Daerah
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah perkotaan tidak bisa lagi sekadar mengandalkan metode konvensional seperti penimbunan. Diperlukan lompatan inovasi agar tumpukan limbah dapat diolah menjadi sumber daya baru yang bernilai guna.

“Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat” tegas Agustina, Sabtu (4/7).
Menariknya, infrastruktur canggih ini tidak hanya terpusat untuk satu wilayah. Proyek ini dirancang untuk melayani kawasan aglomerasi yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, menjadikannya contoh ideal bagi kolaborasi antardaerah dalam hal tata kelola limbah berkelanjutan.
Selain menekan volume residu di TPA Jatibarang dan menghasilkan listrik, proyek ini digadang-gadang mampu menyerap tenaga kerja baru serta mendongkrak daya saing ekonomi hijau Kota Semarang di level internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Semarang tidak hanya menjadi solusi untuk hari ini, namun juga menjadi investasi bagi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan” pungkas Agustina.
Humas Pemkot Semarang
NW90




















