KNTV NEWS INDONESIA, SEMARANG || Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menegaskan bahwa proses seleksi penerimaan Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berintegritas dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, di Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (10/6/2026), terkait pelaksanaan tahapan seleksi yang saat ini masih berlangsung di tingkat Panitia Daerah (Panda).
Menurut Artanto, para peserta yang telah dinyatakan lulus Sidang Kelulusan Menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II) kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan sebelum melangkah ke tingkat Panitia Pusat (Panpus).
“Rekrutmen Akpol hanya dilaksanakan melalui satu jalur, yakni jalur reguler nasional. Tidak ada kuota khusus, jalur titipan, perlakuan istimewa, maupun bentuk intervensi lainnya. Semua peserta memiliki peluang yang sama dan dinilai berdasarkan kemampuan serta hasil yang diperoleh dalam setiap tahapan seleksi” ujar Kombes Pol Artanto.

Ia menjelaskan, peserta yang memenuhi syarat di tingkat daerah akan mengikuti seleksi tingkat pusat di Akademi Kepolisian Semarang. Pada tahap tersebut, peserta akan menjalani berbagai rangkaian tes, meliputi uji akademik, wawancara psikologi, Uji Kemampuan Jasmani (UKJ), serta penelusuran mental dan kepribadian yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Juli 2026.
“Hasil akhir seleksi akan ditentukan melalui Sidang Akhir Tingkat Panpus yang menjadi penentu kelulusan calon taruna Akpol Tahun Anggaran 2026” katanya.
Lebih lanjut, Artanto menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH sebagai bentuk komitmen Polri dalam mewujudkan sistem rekrutmen yang kredibel, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kami memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara bersih dan transparan. Setiap peserta dinilai secara objektif berdasarkan kompetensi yang dimiliki, sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kualitas calon anggota Polri yang akan direkrut” tegasnya.
Polda Jateng juga mengingatkan seluruh peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Polri atau oknum tertentu yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah imbalan.
“Pendaftaran dan seluruh proses seleksi Akpol tidak dipungut biaya. Kami mengimbau peserta dan keluarga untuk tidak mempercayai siapa pun yang menawarkan bantuan kelulusan dengan imbalan tertentu. Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, kesiapan, dan hasil yang dicapai peserta dalam setiap tahapan seleksi” ujar Artanto.
Melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan berintegritas tersebut, Polri berharap dapat melahirkan calon-calon perwira yang unggul, berkarakter, memiliki integritas tinggi, serta siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian di masa depan.
Humas Polda Jateng
NW90




















