KNTV News Indonesia, Timur Tengah || Pagi ini awak media Kabarnusa News TV Indonesia mencoba menghubungi Prof Sutan Nasomal guna melakukan wawancara khusus terkait adanya situasi perang Israel, Di sela kesibukannya, Prof Sutan pun menjawab melalui telepon seluler pribadinya “Siap, saya bersedia” jawabnya.
Dalam pertemuan itu, Prof Sutan mengatakan teriak kesakitan Tangis dan air mata pecah di tengah terjadinya “Perang” semoga di Indonesia tidak terjadi, Gejolak perang pada hari ke tiga dan ke empat semakin memanas serta merusak, kata Prof Sutan sapaan akrab awak media Kabarnusa News TV Indonesia.
Penyerangan rudal dan drone IRAN di laksanakan mulai memasuki ke beberapa negara sahabat Indonesia dengan alasan ada pangkalan perang militer amerika. Hal ini tentu memancing semua negara yang berada di Tim-Teng untuk turun gunung berperang. Sangat penting hadirnya Indonesia untuk menghentikan perang dengan meminta Israel mengakui kemerdekaan Palestina dan membebaskannya dari segala bentuk dari aksi militer Israel.
Ketika dihadapan awak media Kabarnusa News TV Indonesia, Prof Sutan menyampaikan “Kemerdekaan adalah Hak semua bangsa dan penjajahan harus di hapuskan adalah amanah dalam undang undang dasar 1945” terangnya.
Inilah saatnya Indonesia hadir membuka ruang sejuk untuk semua pihak yang sedang berperang di Tim-Teng. Kemampuan Prabowo Subianto tidak di ragukan lagi untuk menyatakan hentikan semua perang dan berikanlah kemerdekaan untuk Palestina.
Selanjutnya ia juga mengatakan “Situasi akan semakin memburuk bila Pak Prabowo bila tidak turun langsung menciptakan perdamaian dan krisis energi serta keamanan Indonesia harus di pertimbangkan secara matang bila perang tidak bisa dihentikan” tegasnya dihadapan awak media Kabarnusa News TV Indonesia baru-baru ini.
Presiden RI bersama dukungan PBB harus berani menyampaikan Hak dan kewajibannya, walaupun tidak disukai oleh banyak Negara Adidaya beserta sekutunya. Bahwa perang ini akan meluas sampai masuk ke negara Amerika dan Eropa bila tidak di hentikan, tegas Prof Sutan didepan awak media Kabarnusa News TV Indonesia.
Prof Sutan Nasomal juga sangat mengkhawatirkan dan tentu semua pihak pemerhati dan pencinta perdamaian juga merasakan hal yang sama.
“Jangan sampai negosiasi baru mau di laksanakan setelah Nuklir dari semua kamarnya keluar menghancurkan semua negara yang bersinggungan dan rakyat yang tidak berdosa menjadi korban” ungkap Prof Sutan.
Situasi saat ini yang dibutuhkan tersebut ialah saling mendukung dan memberhentikan perang, sebab perang tidak akan menyelesaikan suatu masalah kemerdekaan dan perdamaian dunia. Bila Israel dan Amerika tidak mau mendengar nasehat dari PBB serta Presiden RI Prabowo. Maka tutup semua kedutaan Indonesia di Amerika. Indonesia tidak butuh dan tidak akan berteman kepada penjajah.
Indonesia bersama negara-negara yang mencintai perdamaian dan menolak penjajahan, tambah Prof Sutan kepada awak media Kabarnusa News TV Indonesia.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan agar simpul-simpul kerjasama dalam ketahanan energi harus segera di laksanakan agar tidak akan terjadi krisis di Negara Indonesia.
Prof Sutan Nasomal merasa yakin dengan adanya kehadiran Prabowo Subianto, mampu “redam gejolak Peperangan Berseteru dan Sangat Ditunggu Dunia Kita Dukung Doa” harapnya.
Timur Tengah saat menjadi korban peperangan yang sangat menantikan kehadiran Macan Asia Bapak Jenderal Besar Haji Prabowo Subianto menjadi penengah diluar negeri ditengah peperangan yang berkecamuk akibat ego pemimpin negara yang bersikeras gila kekuasaan dengan mengorbankan rakyatnya karena hati mereka para pemimpin sudah dirasuki rasa emosional.
Diakhir wawancara khusus tersebut, Ia pun mengatakan kepada awak media Kabarnusa News TV Indonesia “Pamungkasnya kehadiran Macan Asia hadir menengahi peperangan yang sedang berkecemuk berlangsung, Mari kita dukung Bapak Haji Prabowo Subianto mengambil bagian agar tidak terjadinya korban jiwa masyarakat sipil lebih banyak dinegara-negara yang sedang bersiteru perang saat ini” ujar Prof Sutan Nasomal SH MH PhD Pakar Hukum Pidana Internasional menjawab materi pertanyaannya para pimpin Redaksi media cetak dan online dalam maupun luar negeri dikantornya Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di Bilangan Komplek Kopassus Jakarta, Kamis (05/03/2026).
Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH,PhD pakar ilmu hukum International dan pemerhati perdamaian dunia.
Redaksi




















