KNTV NEWS INDONESIA, Denpasar || Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Bali menghadirkan sebuah pendekatan kultural untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat. Institusi penegak hukum tersebut menggelar pertunjukan seni tradisional Wayang Kulit Cenk Blong di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center) Provinsi Bali, Kota Denpasar, pada Selasa (7/7/2026).
Langkah ini dinilai sebagai strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan kedamaian melalui medium yang sangat digemari oleh masyarakat lokal. Acara kesenian prestisius ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H, S.I.K, M.Si.

Dalam sambutan pembukanya, Kapolda Bali memberikan apresiasi mendalam atas tingginya partisipasi warga yang hadir. Jenderal bintang dua tersebut menggarisbawahi bahwa pagelaran wayang ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai fasilitas hiburan semata, melainkan wujud nyata sinergitas antara Polri dan publik dalam menjaga kelestarian nilai luhur budaya Pulau Dewata.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin Polri semakin dekat dan menyatu dengan masyarakat. Wayang Cenk Blong adalah sarana komunikasi kultural yang luar biasa; menghibur, namun tak pernah lepas dari pesan moral, keamanan, dan kedamaian yang relevan dengan tugas kepolisian” tegas Irjen Pol. Daniel Adityajaya di hadapan para hadirin.
Pesan Kamtibmas di Balik Lelucon Tradisional
Daya tarik kesenian Wayang Cenk Blong sukses memicu animo yang luar biasa dari warga masyarakat. Sejak Selasa sore, area Art Center terpantau telah dipadati oleh pengunjung dari berbagai penjuru wilayah Denpasar dan sekitarnya. Gedung Ksirarnawa yang megah pun terisi penuh oleh berbagai kalangan, mulai dari kelompok anak-anak, remaja, hingga masyarakat usia lanjut yang antusias menantikan aksi sang dalang.

Suasana penuh kegembiraan langsung mewarnai jalannya pertunjukan. Karakter khas Cenk Blong yang membawakan gaya humor cerdas, segar, dan merakyat berhasil memecah gelak tawa seisi gedung. Melalui dialog-dialog banyolan yang menghibur tersebut, sang dalang secara piawai menyelipkan edukasi terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pesan-pesan moral mengenai pentingnya menjaga semangat persatuan nasional serta ajakan untuk mendukung tugas operasional kepolisian diserap penonton secara natural tanpa terkesan menggurui. Penonton merespons positif pendekatan dialogis yang dibangun sepanjang malam pertunjukan.

Pagelaran budaya tersebut diakhiri dengan riuh tepuk tangan apresiasi dari seluruh pengunjung yang memadati lokasi. Kesuksesan acara ini semakin mempertegas komitmen Polda Bali di usianya yang ke-80. Institusi kepolisian terbukti terus berupaya hadir di tengah publik, tidak semata-mata sebagai instrumen penegak hukum, melainkan juga bertindak sebagai sahabat sekaligus pelindung peradaban masyarakat.
Bidhumas Polda Bali
NW90





















