KABARNUSA – Menjawab tantangan percepatan transformasi digital di dunia pendidikan, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) resmi mengoperasikan AI Center Lab yang dikembangkan melalui kerja sama strategis dengan Google. Inisiatif ini semakin menegaskan posisi Unikom sebagai salah satu perguruan tinggi pelopor dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan akademik.
Rektor Unikom, Eddy Soeryanto Soegoto, menjelaskan bahwa pengembangan laboratorium AI merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sebagai kampus yang berfokus pada bidang digital dan teknologi, Unikom merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi pionir dalam menghadapi era kecerdasan buatan yang kini berkembang sangat cepat.
“Sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi, Unikom harus berada di garis depan dalam pemanfaatan AI. Kehadiran AI Center Lab ini menjadi sarana untuk memperkuat riset, inovasi, serta pengembangan teknologi di lingkungan kampus,” ujar Eddy, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berdampak bagi perkembangan internal kampus, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi swasta di Indonesia. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Barat, Eddy menilai pemerataan akses teknologi menjadi hal penting agar perguruan tinggi swasta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 3.500 perguruan tinggi swasta yang berada di bawah naungan Aptisi di seluruh Indonesia. Namun hingga kini, baru dua kampus yang menjalin kolaborasi intensif dengan Google dalam pengembangan teknologi, yakni Unikom dan Binus University.
Sementara itu, Country Lead Google for Education Indonesia-Malaysia, Olivia Husli Basrin, menyampaikan bahwa dunia saat ini telah memasuki fase baru perkembangan teknologi. Jika pada akhir 1990-an dunia mengalami lonjakan besar dalam penggunaan internet, kini masyarakat global bergerak menuju era kecerdasan buatan yang mencakup teknologi generative AI hingga agentic AI.
Olivia mengungkapkan, Unikom menjadi universitas pertama di Indonesia yang memiliki AI Center Lab melalui kolaborasi langsung dengan Google. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat Unikom dalam menjalankan transformasi digital secara berkelanjutan.
“AI Center Lab ini tidak sekadar laboratorium komputer. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pengembangan inovasi, tempat lahirnya prototipe teknologi, riset, hingga inkubasi solusi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai program studi,” jelasnya.
Melalui fasilitas tersebut, Unikom diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan daya saing di tingkat global, tetapi juga turut mengangkat kualitas serta reputasi pendidikan tinggi Indonesia di era teknologi kecerdasan buatan.





















