KNTV NEWS INDONESIA, Nias Utara || Pembangunan infrastruktur yang krusial bagi mobilitas masyarakat perdesaan kembali menunjukkan progres yang sangat positif. Komando Distrik Militer (Kodim) 0213/Nias secara resmi telah merampungkan 100 persen pembangunan Jembatan Aramco Nias Utara yang berlokasi di Desa Botombawo, Kecamatan Sitoluori, Kabupaten Nias Utara, pada Jumat (3/07/2026).
Fasilitas penyeberangan yang melintang tepat di atas aliran Sungai Samiri ini didesain dengan dimensi panjang 6 meter dan lebar 4 meter. Ukuran infrastruktur tersebut diestimasikan sangat ideal untuk memfasilitasi pergerakan warga, baik pejalan kaki maupun kendaraan bermotor yang mendistribusikan hasil bumi dari wilayah setempat.
Proyek strategis daerah ini dikerjakan dengan tingkat soliditas tinggi, melibatkan langsung gabungan personel dari Koramil 06/Tuhemberua Kodim 0213/Nias, Batalyon (Yon TP) 903/Baluseda, serta Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 1/DD. Pengerahan pasukan secara terintegrasi ini ditujukan untuk mengakselerasi ketersediaan infrastruktur dasar yang sangat mendesak dibutuhkan oleh masyarakat perdesaan, khususnya guna memangkas hambatan geografis dan menekan biaya transportasi logistik.

Dorong Perekonomian Wilayah Tertinggal
Pembangunan fasilitas vital ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari payung besar program Bakti TNI AD Untuk Rakyat. Inisiatif operasional tersebut sejalan dengan arahan serta gagasan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memberikan atensi khusus pada percepatan pemerataan infrastruktur, terutama di kawasan terpencil dan wilayah tertinggal.
Melalui skema kolaborasi yang erat antara elemen pemerintah daerah dan jajaran TNI, rampungnya jembatan ini diekspektasikan akan membawa dampak ganda bagi kesejahteraan warga setempat. Selain berfungsi membuka simpul transportasi, akses baru ini dinilai akan secara signifikan mempermudah distribusi komoditas ekonomi lokal, memperlancar mobilitas para siswa menuju fasilitas pendidikan, sekaligus mendekatkan masyarakat pada pusat-pusat pelayanan sosial maupun kesehatan masyarakat.
Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Merespons penyelesaian proyek fisik yang telah mencapai titik paripurna ini, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, S.I.P., memberikan pernyataan resminya. Ia menegaskan bahwa operasionalnya fasilitas penyeberangan ini adalah manifestasi nyata dari komitmen kuat TNI dalam mendampingi pemerintah menuntaskan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.

“TNI akan terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat” tegas Kolonel Sandy.
Komitmen yang disampaikan oleh Kapendam I/Bukit Barisan tersebut diharapkan tidak sekadar mewujud pada penyelesaian pembangunan fisik infrastruktur semata, namun lebih jauh lagi mampu membangun ikatan sosiologis yang semakin solid antara aparatur pertahanan negara dengan warga sipil di wilayah kepulauan nusantara.
Pendam I BB
NW90





















