KNTV NEWS INDONESIA, SEMARANG || Persoalan legalitas usaha karaoke di kawasan Pasar Dargo kembali menjadi perhatian publik. Menanggapi sejumlah pemberitaan dan keluhan warga, Kepala Pasar Dargo, Rino, memastikan akan segera melakukan koordinasi bersama aparat terkait dan pengurus paguyuban karaoke di wilayah tersebut.
Rino mengatakan, rapat koordinasi dijadwalkan berlangsung pada awal bulan mendatang dengan melibatkan pihak kepolisian, Satpol PP, serta pengurus karaoke di kawasan Dargo.
“Nanti awal bulan akan dirapatkan bersama Kapolsek, Satpol PP Kota Semarang, dan para pengurus karaoke Dargo. Saya sendiri baru sekitar lima bulan diberi amanah sebagai Kepala Pasar Dargo, jadi mohon dimaklumi karena masih banyak yang perlu saya pelajari terkait pengelolaan maupun kepengurusan karaoke di sini” ujar Rino.
Sebelumnya, sejumlah warga mempertanyakan tindak lanjut pemerintah terkait legalitas dan payung hukum usaha karaoke di kawasan tersebut. Menurut salah satu warga yang juga berjualan di sekitar Dargo, saat ini terjadi dualisme kepengurusan karaoke.
Ia menyebut salah satu kelompok pengelola telah memiliki izin resmi dan sedang melengkapi dokumen SKPL ke instansi terkait, sementara kelompok lainnya disebut belum memiliki legalitas yang jelas.

“Yang satu sudah resmi dan sedang mengurus SKPL untuk kelengkapan izin lainnya ke instansi terkait. Tapi ada juga yang sama sekali belum jelas legalitasnya” kata warga tersebut.
Warga berharap pemerintah dan aparat penegak aturan segera mengambil tindakan terhadap tempat karaoke yang belum memiliki izin resmi agar situasi di kawasan Dargo kembali kondusif.
“Yang sering bikin ulah itu justru yang tidak berizin. Harapan kami segera ditindak supaya tidak meresahkan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pelaku usaha karaoke yang tergabung dalam paguyuban Dargo, Amel LC, menilai konflik internal yang terjadi dipicu oleh ulah oknum karyawan yang diduga memperkeruh hubungan antar pelaku usaha karaoke.
“Beberapa karaoke sebenarnya sudah punya izin, walaupun belum semuanya lengkap. Tapi konflik ini muncul karena ada salah satu karyawan yang suka mengadu domba antar pengusaha karaoke di Dargo” ujarnya.
Amel juga menyebut persoalan tersebut sempat dibahas dalam pertemuan di kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang, termasuk terkait kondisi internal paguyuban dan persoalan pengelolaan usaha.
Pernyataan serupa disampaikan salah satu mami karaoke yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menilai konflik berkepanjangan terjadi akibat ulah oknum tertentu yang dianggap memicu keresahan di lingkungan usaha karaoke Dargo.
“Sudah tahu karyawannya sering bikin masalah kenapa masih dipertahankan. Semua konflik ini terjadi karena omongan salah satu karyawan yang merasa paling pintar dan paling paham” ujarnya kepada awak media.
Sejumlah pihak di kawasan Dargo berharap pertemuan yang akan digelar awal bulan nanti dapat menjadi solusi untuk menertibkan pengelolaan karaoke sekaligus memperjelas legalitas seluruh usaha yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Saatnya semua dibuka secara terang, supaya masyarakat tahu mana yang benar-benar menjalankan aturan dan mana yang tidak” ujar salah satu pemakai lahan ruko di kawasan Dargo,pungkasnya.
Warga Dargo
RD




















