KNTV NEWS INDONESIA, KEEROM – Papua || Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan upaya meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG), Satgas Swasembada Yonif 643/Wanara Sakti (Wns) berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Keerom, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Polres Keerom menggelar penyuluhan kesehatan serta kampanye pencegahan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Jumat (29/5/2026), dan diikuti sekitar 50 warga setempat.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba serta mencegah masuknya peredaran gelap narkotika di kawasan perbatasan. Edukasi dilakukan secara terpadu oleh berbagai instansi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, BNN memberikan pemahaman mengenai dampak kesehatan akibat penyalahgunaan narkoba, Polres Keerom menyampaikan aspek penegakan hukum, Dinas Sosial menjelaskan dampak sosial yang ditimbulkan, sementara Satgas Yonif 643/Wns memberikan pembinaan mental dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain menerima materi penyuluhan, sebanyak 20 warga juga menjalani tes urine yang dilakukan oleh tim BNN sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.
Komandan Satgas Yonif 643/Wns, Letkol Inf Adhi Sumarno, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kegiatan edukatif tersebut demi menciptakan generasi muda Papua yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Dengan adanya penyuluhan kesehatan ini diharapkan dapat menekan sekaligus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Perbatasan Papua mendapatkan edukasi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat tanpa narkoba” ujar Letkol Adhi Sumarno.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Kibay, Frengki (56), menyampaikan apresiasi kepada Satgas Yonif 643/Wns beserta seluruh instansi yang terlibat atas kepedulian mereka terhadap masyarakat perbatasan.

“Penyuluhan kesehatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama untuk menjaga generasi penerus agar terhindar dari bahaya narkoba” katanya.
Melalui kegiatan kolaboratif tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, khususnya di wilayah perbatasan Papua.
Pen Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 643/Wanara Sakti
RD





















