Scroll untuk baca berita
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang
ArtikelDKI JakartaHeadline

Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Tingkatkan Kesiapsiagaan Nasional Antisipasi Dampak Konflik Global

×

Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Tingkatkan Kesiapsiagaan Nasional Antisipasi Dampak Konflik Global

Sebarkan artikel ini
IMG 20260531 WA0013
Tarif Pasang Iklan di Kabar Nusantara

KNTV NEWS INDONESIA, JAKARTA || Pakar Hukum Internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, mengingatkan Pemerintah Republik Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan nasional menyusul meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menurutnya berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas global.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan media daring nasional maupun internasional dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Cijantung, Jakarta, Sabtu (31/5/2026).

Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang

Menurut Prof. Sutan, pemerintah perlu menerapkan langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi keamanan, ekonomi, dan stabilitas nasional Indonesia.

Ia mengibaratkan langkah tersebut sebagai prinsip “sedia payung sebelum hujan” guna menghadapi potensi dampak yang muncul akibat perkembangan konflik internasional.

IMG 20260531 WA0013

“Negara Kesatuan Republik Indonesia harus bersiap siaga menjaga segala kemungkinan yang dapat berdampak terhadap kepentingan nasional. Pemerintah perlu memperkuat sistem kewaspadaan dan keselamatan negara sejak dini” ujarnya.

Dalam pandangannya, situasi geopolitik yang berkembang saat ini berpotensi memperluas konflik antarnegara apabila tidak segera ditemukan solusi diplomatik yang efektif. Ia menilai ketegangan yang terjadi di Timur Tengah dapat memicu keterlibatan negara-negara besar dunia dan menimbulkan dampak terhadap sektor energi, perdagangan internasional, serta perekonomian global.

Prof. Sutan juga menyoroti meningkatnya biaya hidup yang dirasakan masyarakat di berbagai negara sebagai salah satu konsekuensi dari ketidakpastian global. Menurutnya, gangguan rantai pasok dan fluktuasi harga energi telah memengaruhi harga kebutuhan pokok dan berbagai komoditas penting.

“Krisis energi dan berbagai dampak ekonomi lainnya mulai dirasakan masyarakat dunia. Kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok menjadi tantangan yang harus diantisipasi oleh seluruh negara, termasuk Indonesia” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Sutan menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan meluasnya konflik ke kawasan lain apabila upaya diplomasi internasional tidak berjalan efektif. Ia menilai masyarakat internasional, termasuk lembaga-lembaga global, perlu mengedepankan penyelesaian damai guna mencegah terjadinya eskalasi yang lebih besar.

Sebagai pakar hukum internasional dan pemerhati geopolitik, Prof. Sutan mengajak seluruh pemimpin dunia untuk mengutamakan dialog dan pendekatan kemanusiaan dalam menyelesaikan berbagai konflik yang sedang berlangsung.
Kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Prof. Sutan mengimbau agar Indonesia tetap menjaga posisi strategisnya, mengutamakan kepentingan nasional, serta tidak terlibat dalam dinamika konflik yang berpotensi merugikan bangsa dan negara.

“Indonesia harus tetap fokus menjaga keamanan nasional, stabilitas ekonomi, dan kepentingan rakyat di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang” tegasnya.

Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH dikenal sebagai pakar hukum pidana internasional, pemerhati ekonomi nasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates), serta Pengasuh Pondok Pesantren ASS SAQWA PLUS.

Catatan redaksional : Untuk media arus utama yang mengikuti standar Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Pers Indonesia, sebaiknya ditambahkan tanggapan dari pemerintah, pengamat hubungan internasional, atau sumber independen lainnya agar berita memenuhi prinsip keberimbangan (cover both sides) dan tidak hanya memuat satu sudut pandang.

 

 

Prof. Sutan Nasomal

 

 

NW

Dilihat : 25909

Jasa Pembuatan dan Maintenance Website Murah
Jasa Digital Marketing Online Branding SEO Terdekat Jakarta Semarang

Tinggalkan Balasan