KNTV NEWS INDONESIA, SEMARANG || Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) berhasil mengungkap 61 kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sepanjang Mei 2026. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 105 tersangka diamankan dan 69 korban terdampak.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Jumat (29/5/2026), yang dipimpin Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto dan Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol M. Anwar Nasir.
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol M. Anwar Nasir mengatakan, kejahatan curat masih mendominasi dengan 27 kasus yang berhasil diungkap. Sementara itu, kasus curanmor tercatat sebanyak 25 kasus dan curas sebanyak 9 kasus.

“Modus operandi para pelaku beragam, mulai dari pembobolan rumah dan tempat ibadah, pencurian kendaraan bermotor menggunakan kunci letter T, hingga aksi perampasan dengan senjata tajam pada malam hari” ujarnya.
Ungkap Sindikat Curanmor Berantai di Eks Karesidenan Pati
Salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah aksi curanmor berantai di wilayah eks Karesidenan Pati. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial AG (34), warga Kabupaten Pati, yang diduga terlibat dalam delapan aksi pencurian kendaraan bermotor di lokasi berbeda.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku menyasar sepeda motor yang terparkir di lokasi keramaian maupun area parkir terbuka dengan menggunakan kunci palsu jenis letter T.
“Dalam salah satu aksinya di sebuah pertunjukan orkes dangdut di wilayah Kedalingan, pelaku diduga berhasil membawa kabur sepeda motor korban hanya dalam hitungan detik saat situasi ramai penonton” kata Anwar.
Pelaku ditangkap petugas pada 8 Mei 2026 di sebuah SPBU di wilayah Margorejo, Kabupaten Pati, saat diduga hendak kembali melakukan aksi pencurian di wilayah Kayen. Dari hasil pengembangan, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan hasil curian dari berbagai daerah di eks Karesidenan Pati.

Spesialis Pembobol Gereja Ditangkap
Selain kasus curanmor, Ditreskrimum Polda Jateng juga berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang menyasar sejumlah gereja di wilayah Boyolali dan Kabupaten Semarang.
Tersangka berinisial BU (38), warga Boyolali, ditangkap setelah diketahui membobol gereja-gereja yang berada di kawasan pedesaan dan relatif sepi pada malam hari. Pelaku masuk dengan merusak pintu maupun jendela, kemudian mengambil alat musik serta perangkat audio milik gereja.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan sebagian barang hasil curian dijual melalui media sosial dengan harga murah. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengungkapan kasus.
“Tercatat lima gereja di wilayah Boyolali dan Kabupaten Semarang menjadi sasaran pelaku dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah” jelasnya.
Dua Residivis Curas dan Penadah Diamankan
Kasus menonjol lainnya terjadi di wilayah Patean, Kabupaten Kendal. Polisi menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan yang merupakan residivis setelah diduga melakukan perampasan terhadap seorang perempuan berusia 18 tahun.
Dalam aksinya, kedua pelaku mengancam korban menggunakan golok dan merampas telepon genggam serta uang tunai saat korban berada di kawasan embung di wilayah Patean. Polisi juga mengamankan seorang penadah yang membeli barang hasil kejahatan tersebut.
Untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan, khususnya aksi begal, Polda Jateng terus meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah titik rawan.
“Untuk antisipasi begal, kami rutin melakukan patroli pada jam-jam tertentu di lokasi rawan. Patroli dilakukan setiap malam oleh anggota berpakaian preman dan didukung oleh jajaran polres di seluruh wilayah Jawa Tengah” tegas Anwar.
Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, memastikan kendaraan terkunci dengan aman, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada kepolisian terdekat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Humas Polda Jateng
NW





















