KNTV NEWS INDONESIA, SEMARANG || Pemerintah Kota Semarang memperkuat transformasi pengadaan barang dan jasa melalui optimalisasi Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP), Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 5, dan Katalog Elektronik. Upaya itu diwujudkan melalui Business Matching I 2026 di Pandanaran Grand Ballroom, Padma Hotel Semarang, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan bertema “Transformasi Pengadaan Pemerintah Kota Semarang melalui Optimalisasi ITKP, SPSE, dan E-Katalog” tersebut dibuka Pelaksana Tugas Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Semarang, Drs. Yudi Hardianto Wibowo, yang mewakili Sekretaris Daerah. Acara itu dihadiri perwakilan LKPP RI dan Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa.
Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP RI Patria Susantosa memaparkan pengembangan SPSE versi 5 dan penilaian ITKP. Direktur Pasar Digital Pengadaan LKPP RI Ari Sulindra menjelaskan pengembangan Katalog Elektronik serta solusi atas kendala penggunaannya.

Para narasumber menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga perubahan proses kerja dan tata kelola. Peserta memperoleh penjelasan tentang ekosistem INAPROC, arah pengembangan SPSE versi 5, verifikasi identitas melalui electronic Know Your Customer (e-KYC) yang terhubung dengan Dukcapil, serta tanda tangan elektronik melalui Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.
ITKP menjadi salah satu fokus pembahasan. Indeks tersebut mencakup pemanfaatan sistem pengadaan, kompetensi sumber daya manusia, tingkat kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa, dan integritas pengadaan. Pemahaman terhadap indikator itu diharapkan membantu organisasi perangkat daerah (OPD) menyelaraskan perencanaan dan realisasi pengadaan, termasuk pengumuman Rencana Umum Pengadaan, pelaksanaan secara elektronik, dan pencatatan realisasi.
Pembahasan juga mencakup optimalisasi Katalog Elektronik melalui metode e-purchasing, seperti pembelian langsung, negosiasi harga, dan mini kompetisi. Materi itu diharapkan membantu pelaku pengadaan memilih metode yang tepat, memperluas pilihan produk, dan meningkatkan efisiensi.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Semarang meluncurkan ProQ atau Procurement Quality, aplikasi untuk memantau capaian ITKP dan perkembangan paket pengadaan. Aplikasi ini memungkinkan OPD menelusuri kinerja pengadaan dan menentukan langkah perbaikan berbasis data.
Business Matching I 2026 turut mempertemukan peserta dengan penyedia barang dan jasa melalui stan pameran. Kegiatan perdana itu didukung dana sponsorship dari berbagai mitra sebagai penerapan konsep creative financing, sehingga pelaksanaannya tidak bergantung pada APBD.
Pemkot Semarang menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen meningkatkan kapasitas pelaku pengadaan, memperkuat pemanfaatan sistem digital, serta mendorong pengadaan yang transparan, akuntabel, dan efisien untuk meningkatkan pelayanan publik.
Pemkot Semarang
NW90




















