KNTV NEWS INDONESIA, JAKARTA, 29 Januari 2026 || Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyiapkan 12 inovasi pelayanan publik terbaik untuk mengikuti ajang internasional Guangzhou International Award for Urban Innovation (Guangzhou Award) 2026.
Langkah ini ditandai melalui kegiatan Kick Off Meeting Fasilitasi Pendampingan Peserta Guangzhou Award 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (29/1/2026).
Sebanyak 12 inovasi pelayanan publik unggulan akan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional Guangzhou Award 2026, yang bertujuan mengapresiasi inovasi berdampak dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan berkelanjutan.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, menyatakan bahwa partisipasi ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan ini juga melibatkan praktisi inovasi dan konsultan, termasuk Director KMMB Consulting Mochamad Badowi dan Innovation Practitioner Budi Chairuddin.
Persiapan dilakukan sejak Januari 2026, dengan kick off meeting berlangsung pada 29 Januari 2026.
Kegiatan koordinasi dilakukan secara virtual dari Jakarta, sementara kompetisi akan berlangsung dalam lingkup internasional melalui penyelenggara di Guangzhou, Tiongkok.
Keikutsertaan Indonesia bertujuan :
Menunjukkan capaian inovasi pelayanan publik di tingkat global
Mendorong transformasi birokrasi berbasis inovasi
Mendukung agenda pembangunan global seperti SDGs dan New Urban Agenda
Membuktikan bahwa inovasi pemerintah berdampak nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 12 inovasi yang dikirim merupakan peraih penghargaan Outstanding Public Service Innovation (OPSI) pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025. Inovasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari kesehatan, ekonomi, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan.
Kementerian PANRB juga memberikan pendampingan strategis, termasuk :
Penguatan kualitas proposal
Penyusunan branding inovasi di tingkat global
Peningkatan standar sesuai kriteria internasional
Adapun kriteria penilaian dalam Guangzhou Award meliputi:
Tingkat inovasi
Efektivitas
Keberlanjutan
Dampak/signifikansi
Daftar Inovasi yang Diikutsertakan
Beberapa inovasi yang akan berlaga antara lain:
PUSPA HUNTING (penanganan TBC dan stunting)
Kartu Digital Sungai Rumbai Sehat
PEDULI KASI
IBUK ANTING
PANDORA (Kebumen)
SUPERMIE (kampung iklim)
PINTERES
GOKER WANGI
Baca Meter Mandiri
serta inovasi lainnya dari berbagai daerah.
Deputi Otok menegaskan bahwa partisipasi ini diharapkan mampu mendorong inovator daerah untuk berpikir global dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Indonesia harus membuktikan bahwa inovasi yang dihasilkan benar-benar menjawab persoalan publik dan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat” ujarnya.
Sementara itu, penyelenggaraan Guangzhou International Award for Urban Innovation merupakan kolaborasi antara United Cities and Local Governments dan World Association of the Major Metropolises yang berfokus pada inovasi berkelanjutan di tingkat kota dan daerah.
Humas PANRB
( RD )





















