KNTV NEWS INDONESIA, JAKARTA || Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meraih penghargaan nasional sebagai Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dalam Kinerja Pengelolaan Sampah 2026.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan pengelolaan sampah, termasuk melalui program Gerakan Jateng ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Ahmad Luthfi menyampaikan, persoalan sampah di Jawa Tengah saat ini sudah berada pada level darurat. Dari total sekitar 6,36 juta ton sampah per tahun, baru sekitar 60 persen yang dapat terkelola dengan baik.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Jateng mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya :
- Mendorong pengelolaan sampah dari hulu (rumah tangga) melalui pemilahan organik dan anorganik
- Menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) skala regional dan aglomerasi
- Mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi dan bahan bakar industri
- Menutup sistem pembuangan terbuka (open dumping)
- Membentuk satgas pengelolaan sampah hingga tingkat desa
Saat ini, beberapa TPST telah berjalan di sejumlah daerah seperti Banyumas, Cilacap, dan Magelang dengan teknologi RDF, serta pengembangan skala kecil di Kudus dan Grobogan.
Ke depan, Pemprov Jateng menargetkan pembangunan 14 titik TPST baru yang saat ini masih dalam tahap pengajuan dan kerja sama.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penanganan sampah secara menyeluruh serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Jawa Tengah.
Humas Pemprov Jateng
( RD )





















